Adi Trah Gnijaya

Just another WordPress.com weblog

Inventory Level of Housekeeping Department’s Equipment and Supplies

Posted by wibardi89 on November 3, 2009

BAB I

PENDAHULUAN

 

I.1 Latar Belakang

Hotel merupakan salah satu industri penyedia jasa akomodasi yang sangat penting khususnya di bidang pariwisata. Dalam menjalankan operasionalnya, hotel tidak terlepas dari departemen-departemen yang ada di dalamnya. Departemen-departemen tersebut saling terkait dan tidak dapat dipisahkan karena merupakan satu kesatuan dari sistem operasional hotel tersebut.

Di setiap hotel terdapat sebuah departemen yng sangat vital fungsinya, yaitu housekeeping department. Housekeeping dikatakan penting karena merupakan sebuah departemen yang memberikan kontribusi terbesar dalam pendapatan sebuah hotel. Lebih dari 60% pendapatan dari sebuah hotel dihasilkan dari kinerja housekeeping department lewat penjualan kamar.

Dalam menjalankan operasionalnya, housekeeping dipimpin oleh seorang manager yang lebih dikenal dengan sebutan housekeeper. Housekeeper bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan kebijakan dan operasioanal yang terjadi di housekeeping.

Di dalam job description seorang housekeeper, salah satu tugas utamanya adalah bertanggung jawab terhadap inventarisasi segala kebutuhan yang berkenaan terhadap materials dan supplies yang digunakan di housekeeping department. Inventarisasi merupakan salah satu tugas yang penting yang dilakukan oleh seorang housekeeper karena berpengaruh terhadap penciptaan kualitas pelayanan yang sesuai dengan harapan para konsumen. Di sinilah peran penting housekeeping management dalam melakukan fungsi dan tugas-tugas tersebut.

Untuk mengetahui lebih jauh tugas housekeeping management dalam hal inventarisasi, adakalanya kita perlu mengetahui pengertian inventarisasi. Menurut Rangkuti dalam Reja (2008:146) inventory atau persediaan adalah sebagai suatu aktivitas yang meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha tertentu atau persediaan barang-barang yang masih dalam pengerjaan proses produksi ataupun persediaan bahan baku yang menunggu penggunaannya dalam suatu proses produksi. Sedangkan menurut Tersine dalam Reja (2008:146) menyebutkan bahwa,” inventory means stock on hand at a given time (a tangible asset which can be seen, weight and counted)”. Yang mana dapat diartikan dalam terjemahan bebas bahwa persediaan merupakan barang atau bahan yang dimiliki atau tersedia di hotel yang sudah diperkirakan dapat dipergunakan dalam jangka waktu tertentu (dapat dilihat secara nyata, dapat ditimbang dan dihitung secara pasti). Jadi dapat dikatakan bahwa housekeeping inventory adalah suatu aktivitas menyediakan barang dan bahan untuk dipergunakan dalam proses produksi jasa di housekeeping management itu sendiri.

I.2   Tujuan Inventarisasi

Adapun tujuan housekeeping department untuk melakukan inventarisasi, yaitu :

  1. Untuk menentukan umur material atau peralatan yang digunakan dalam operasional housekeeping.
  2. Untuk menentukan kebijakan-kebijakan yang berkenaan dengan situasi dan kondisi hotel.
  3. Untuk mengantisipasi jumlah persediaan materials & supplies di housekeeping store.
  4. Untuk membuat perencanan pengadaan barang yang optimal, sesuai dengan kebutuhan..
  5. Untuk pemeliharaan peralatan dan perlengkapan housekeeping department.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

Inventarisasi di housekeeping department dilakukan secara berkala oleh seorang housekeeper tergantung dari kebijakannya masing-masing. Dalam melakukan inventarisasi persediaan, ada beberapa jenis inventarisasi yang perlu diketahui yaitu :

Berdasarkan pemakaiannya inventarisasi persediaan dibedakan dalam dua jenis antara lain :

  • Recycled inventories (inventarisasi persediaan yang dapat digunakan lagi) yaitu persediaan peralatan dan bahan yang dapat digunakan berulang-ulang dalam operasional housekeeping dengan batasan waktu tertentu.
  • Non recycled inventories ( inventarisasi persediaan yang hanya dapat digunakan sekali saja) yaitu benda atau bahan yang hanya dapat digunakan sekali saja dalam proses operasional housekeeping.

Sedangkan berdasarkan metode penghitungannya, inventarisasi persediaan dibedakan menjadi tiga, yaitu :

  • Physical inventory (metode inventarisasi persediaan secara fisik) yaitu metode penghitungan persediaan yang dilakukan secara periodik dengan menghitung jumlah persediaan fisik secara langsung di lapangan.
  • Perpetual inventory (metode inventarisasi persedian berdasarkan catatan) yaitu metode penghitungan persediaan yang dilakukan dengan mengacu pada jumlah sisa persediaan yang tercantum pada suatu catatan.
  • Combination inventory (metode kombinasi) yaitu metode penghitungan persediaan yang dilakukan secara fisik dan juga catatan, dengan tujuan untuk membandingkan hasil dari kedua metode tersebut dan menarik kesimpulan terhadap perbandingan-perbandingannya.

Dalam penentuan suatu persediaan bahan-bahan di housekeeping department kita akan sering mendengar kata par stock. Par stock adalah standar perhitungan jumlah persediaan meterials dan supplies untuk menunjang jalannya operasional di housekeeping department. Adapun manfaat par stock antara lain :

  • Untuk mengetahui seberapa besar jumlah materials & supplies yang dibutuhkan untuk operasional housekeeping department.
  • Sebagai alat kontrol dalam operasional sehari-hari.
  • Untuk menjamin perputaran materials & supplies dalam operasional housekeeping.

Di housekeeping sendiri terdapat beberapa inventarisasi yang dilakukan terhadap beberapa materials & supplies baik itu recyled inventory maupun non recycled inventory. Materials dan supplies yang diadakan inventarisasi tersebut antara lain :

  1. Linens
  2. Uniforms
  3. Guest Loan Items
  4. Machines & Equipment
  5. Cleaning Supplies
  6. Guest Supplies

 

  1. 1. Linens

Linen merupakan salah satu recycled inventory yang dipergunakan sehari-hari dalam operasional housekeeping. Kaitannya dengan tugas seorang housekeeper adalah dimana seorang housekeeper bertanggung jawab terhadap penanganan, penyimpanan, issuing, penggunaan, dan penempatan segala jenis linen hotel.

Adapun jenis-jenis linen yang terdapat pada sutu hotel, antara lain

  • Housekeeping linens, seperti : bed sheet, pillow cases, duvets, blankets, towel, dan lain-lainnya
  • Food & Beverage linens, seperti : napkin, table cloth, moulton, appron, dan lain-lainnya

Setiap hotel harus menentukan berapa par stock yang disiapkan untuk menunjang operasional dari masing-masing department yang menggunakan linen-linen tersebut. Untuk hotel skala besar biasanya menetukan par stocknya sejumlah 5 par stocks, yaitu dapat gambarkan sebagai berikut :

Rooms

(Still on use)

 

 

 

 

 

 

 

 

Di dalam melakukan inventarisasi terhadap linen-linen yang digunakan di hotel, seorang housekeeper juga harus melakukan kerja sama dengan pimpinan departemen lainnya seperti F & B Manager untuk F & B linens dan Laundry Manager untuk housekeeping linens. Untuk inventarisasi F & B linens biasanya dilakukan oleh F & B Manager sesuai dengan kebijakan yang berlaku di departemennya. Waktu pelaksanaan inventarisasi bergantung pada kebijakan housekeeper dari hotel tersebut.

Adapun jenis-jenis inventarisasi linen yang dilakukan antara lain :

  • Linen count sheet yaitu formulir yang digunakan untuk mencatat jenis dan jumlah linen di masing-masing tempat berdasarkan pembagian par stock-nya.
  • Linen inventory sheet yaitu formulir yang digunakan untuk pencatatan terakhir dengan data-data yang bersumber dari Linen Count Sheet yang bersumber dari data kerusakan dan linen yang hilang.

Ada beberapa kebijakan yang biasanya dilakukan oleh seorang housekeeper berdasarkan informasi dari linen inventory sheet tersebut, antara lain :

  • Membuat housekeeping requisition,
  • Melakukan perbaikan dan daur ulang terhadap linen-linen yang rusak,
  • Melakukan pelelangan, dan
  • Menentukan standar baru untuk pengantian linen-linen yang rusak dan hilang tersebut.

 

 

 

  1. 2. Uniform

Di industri perhotelan kesamaan pakaian seragam para pegawai menambah keserasian dan terciptanya kerapian serta sadar akan gaya hidup yang baik. Di setiap hotel mempunyai departemen yang khusus untuk pengadaan seragam (uniform service section).

Adapun tanggung jawab dari uniform service section antara lain :

  • Pemeliharaan semua seragam pegawai,
  • Mengatur keluar masuknya seragam kepada dan dari pegawai tiap-tiap departemen
  • Memilah-milah seragam pegawai yang akan di cuci berdasarkan departemen dan tingkat kekotoran dari seragam,
  • Mengirim seragam tersebut ke laundry untuk di cuci
  • Menerima seragam yang sudah bersih dari laundry
  • Menempatkan seragam di rak berdasarkan departemen masing-masing
  • Mengontrol atau mengecek seragam serta memperbaiki jika ada seragam yang rusak.

Tugas housekeeper di sini yaitu menginventarisasi uniform staff melalui uniform section supervisor untuk melakukan berbagai tugas antara lain :

  • Menentukan par stock uniform dari masing-masing karyawan
  • Membuat housekeeping requisition untuk bahan-bahan dan material yang digunakan untuk membuat uniform baru dan memperbaiki uniform yang rusak.
  • Membuatkan inventarisasi uniform terhadap karyawan baru dan karyawan yang pindah jabatan atau pindah departemen.
  1. 3. Guest Loan Items

Sebagai bagian dari service kepada tamu, hotel menyediakan berbagai macam peralatan yang dibutuhkan oleh para tamu. Peralatan-peralatan ini dipinjamkan kepada tamu ketika mereka membutuhan suatu barang tertentu tanpa dikenakan biaya. Housekeeping department sendiri bertanggung jawab untuk memelihara dan mendata barang-barang yang dipinjam, menanggapi permintaan tamu untuk meminjam barang tertentu dan memastikan bahwa semua barang dikembalikan. Barang-barang atau peralatan-peralatan yang dipinjamkan tersebut lebih dikenal dengan Guest Loan Items.

Adapun jenis-jenis guest loan items tersebut seperti : iron flat, iron flat board, hair dryer, baby court, water kettle, dan barang-barang lainnya. Kuantitas pemeliharaan dan inventarisasi tergantung dari ukuran hotel dan jumlah dari tamu yang meminta, frekuensi dari permintaan tamu terhadap alat-alat tersebut, tingkat hunian kamar hotel, kedatangan dan keberangkatan setiap harinya, jumlah anak-anak dari dari tamu yang ikut tinggal di hotel.

Dalam pengadaan barang-barang tersebut diatas dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :

  • Umur ekonomis dari barang-barang dan peralatan tersebut,
  • Kerusakan yang terjadi, dan
  • Kehilangan yang disebabkan oleh ketidaksengajaan atau yang bersifat kesengajaan.

Untuk itu masing masing peralatan harus dibuatkan inventarisasi. Di sinilah tugas seorang housekeeper dalam me-manage inventory berdasarkan kasus-kasus di atas. Untuk itu housekeeper harus melakukan pengecekan dan inventarisasi secara berkala agar bisa menentukan apakah peralatan-peralatan tersebut bisa diperbaiki, atau dilakukan penggantian engan peralatan-peralatan yang baru.

 

  1. 4. Machines & Equipments

Seorang Housekepeer bertanggung jawab mengontrol housekeeping staff mengenai perlengkapan yang tepat yang dibawa dalam menyelesaikan pekerjaan. Perlengkapan ini termasuk mesin – mesin dan peralatan yang digunakan untuk membersihkan kamar tamu, public area, laundry service, florist, dan uniform section. Semua mesin – mesin dan peralatan harus dipelihara agar pekerja bisa memakainya dengan aman dan efektif. Housekepeer harus mengembangkan sistem-sistem dan prosedur yang berlaku untuk mengontrol inventarisasi mesin  mesin dan peralatan di hotel. Adapun berbagai jenis mesin dan peralatan tersebut, antara lain :

  • Room attendant trolley
  • Vacuum cleaner
  • Washing machine
  • Drying thumbler machine
  • Dry cleaning machine
  • Dan lain-lainnya

Jumlah dan jenis dari peralatan yang dibutuhkan tergantung dari besar kecilnya hotel dan kebutuhan pembersihan. Peralatan yang dibutuhkan juga dipengaruhi jumlah kamar tamu dan tempatnya, besarnya operasional laundry, dan faktor-faktor lainnya.

Seorang housekeeper dapat menentukan mesin-mesin dan peralatan, jumlah yang dibutuhkan untuk dipertahankan saat inventarisasi. Seorang housekeeper juga harus menyimpan daftar yang lengkap mengenai semua mesin-mesin dan peralatan yang digunakan di housekeeping departement.

Mengontrol persediaan mesin dan peralatan dalam departemen meliputi mencatat inventarisasi secara akurat, menentukan pokok prosedur, dan memastikan area penyimpanan dalam keadaan aman.

Cara yang efektif untuk mengontrol inventarisasi dengan menggunakan sistem kartu inventory. Kartu inventory harus berisi nama barang, model dan nomor seri, nama pabrik, nama penyedia dari siapa barang tersebut dibeli, tanggal pembelian., biaya pembelian, jangka waktu, informasi mengenai garansi, dan informasi mengenai pelayanan lokal. Catatan ini membantu dalam menentukan ketika peralatan sudah waktunya diganti. Kartu inventory juga harus mendaftar semua barang tambahan yang bisa digunakan yang dimiliki oleh hotel. Beberapa onderdil yang harus tetap diinventarisasi juga harus terdaftar. Tempat penyimpanan yang sesuai atau area bekerja dimana peralatan, alat–alat tambahan, dan onderdil disimpan harus juga dicatat pada kartu tersebut.

Catatan perbaikan harus disimpan bersama – sama dengan kartu inventory yang sesuai. Catatan perbaikan harus dicatat tanggal berapa barang tersebut dikirim untuk diperbaiki, gambaran masalah, siapa yang memperbaiki, apa yang diperbaiki, bagian mana yang perlu diganti, biaya perbaikan , dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk perbaikan. Catatan ini membantu menunjukkan masalah yang harus dibawa ke pelayanan yang tepat. Di sinilah tugas seorang housekeeper untuk bisa mencatat dan mengkalkulasi biaya perbaikan.

Setelah menetapkan pokok prosedur, catatan peralatan harus disimpan untuk mencatat semua peralatan yang pokok, tanggal, barang issued, lokasi hotel dimana peralatan akan digunakan, dan waktu barang dikembalikan harus dicatat dalam catatan harian.

Keamanan adalah syarat utama dalam menentukan tempat menyimpan mesin  mesin dan peralatan. Saat tidak digunakan, semua peralatan harus disetor dan dikunci. Peralatan yang digunakan di hotel tidak pernah diijinkan untuk dibawa ke luar hotel. Ketika mesin–mesin atau peralatan dipinjam oleh departemen lain, housekeeper harus menyimpan catatan dengan baik dan menangani kepastian peralatan sudah kembali atau belum. Terakhir, semua mesin–mesin dan peralatan harus dicoba untuk memastikan peralatan tersebut dalam keadaan yang bagus dan siap pakai.

 

  1. 5. Cleaning Supplies

Persediaan cleaning supplies dan peralatan kecil pembersih merupakan bagian dari persediaan di housekeeping department yang tidak dapat dipakai kembali dan didaur ulang, oleh karena itu harus digunakan sebaik mungkin. Persediaan tersebut digunakan rutin setiap hari untuk kegiatan operasional housekeeping. Mengawasi penggunaan persediaan–persediaan pembersihan sangatlah penting agar dapat berguna sesuai aturan  dan tepat di dalam penggunaannya dan itu semua merupakan tanggung jawab dari seorang housekeeper. Housekeeper harus mampu bekerja sama dengan tim dari staf housekeeping lainnya untuk bisa memastikan penggunaan yang benar pada material dan manaati prosedur yang benar agar menghasilkan kualitas kerja yang memuaskan.

Adapun jenis-jenis cleaning supplies yang digunakan dalam operasional housekeeping department antara lain :

  • Marble bathroom cleaner
  • Multi purpose cleaner
  • Wood polish cleaner
  • Metal polish cleaner
  • Plastik sampah
  • Dan lain-lainnya

Mengontrol inventarisasi  dari cleaning supplies meliputi pembuatan prosedur yang tepat untuk mengatur alur produk dari storeroom utama ke floor cleaning closets. Itu semua juga meliputi perawatan perhitungan akurat dari hasil sampai di dalam storeroom utama. Housekeeper bisa membangun sebuah sistem untuk mendukung kelancaran alur dari cleaning supplies tersebut. Housekeeper harus bisa memastikan semua fasilitas penyimpanan aman dan semua staf anggoata teliti mengikuti standard operating procedure.

Untuk memenuhi par stock cleaning supplies di masing-masing pantry, seorang housekeeper harus dapat mengawasi pemakaian cleaning supplies dengan benar. Tujuannya agar jangan sampai cleaning supplies di suatu pantry sampai habis sehingga dapat mengganggu kelancaran operasional di lapangan. Untuk itu pengecekan cleaning supplies harus dilakukan secara rutin, tuannya jika pada saat cleaning supplies tersebut berada pada saat minimun stock dengan segera dapat dilakukan housekeeping requisition.

 

  1. 6. Guest Supplies

Guest supplies ini diperlukan tidak hanya pada kamar tamu, tetapi juga di public area seperti di rest rooms. Inventarisasi  guest supplies ini sangat penting karena langsung bersentukan dengan pelayanan atau service terhadap tamu. Untuk itu inventarisasi guest supplies ini harus dilakukan secara rutin agar pelayanan yang diberikan kepada tamu dapat berjalan dengan baik.

Berikut jenis-jenis guest supplies yang biasa digunakan apada sebuah hotel, antara lain:

  • Bath soap
  • Hand soap
  • Shampoo
  • Lotion
  • Conditioner
  • Stationary
  • Dan lain-lainnya

Sama halnya dengan cleaning supplies, guest supplies juga harus dilakukan pengecekan secara rutin. Pengecekan tersebut bisa dilakukan oleh room attendant atau supervisor. Hasil dari pengecekan tersebut harus dilaporkan ke management untuk dapat diketahui berapa jumlah pemakaiannya.

Ada beberapa tugas yang harus dilakukan housekeeping management dalam hal inventarisasi guest supplies, yaitu :

  • Pengawasan penggunaan guest supplies,
  • Kecendrungan pemakaian guest supplies dalam tingkat kewajaran atau tidak, dan
  • Membuat housekeeping requisition.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

Inventarisasi terhadap equipment dan supplies sangat diperlukan di dalam housekeeping department. Inventarisasi tidak hanya berkaitan dengan pengadaan barang dan bahan di housekeeping department, tetapi juga berkaitan dengan fungsi antisipasi, pengawasan, pemeliaharan, dan penentuan kebijakan yang nantinya akan diambil oleh pimpinan housekeeping management.

Dalam prakteknya, inventarisasi di housekeeping management dilakukan untuk beberapa equipment dan supplies,antara lain :

  1. 1. Linens
  2. 2. Uniforms
  3. 3. Guest Loan Items
  4. 4. Machines & Equipments
  5. 5. Cleaning Supplies, dan
  6. 6. Guest Supplies

Housekeeper dalam hal ini, harus bisa me-manage para bawahannya agar bisa bekerja secara kooperatif, efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan dan kepuasan para tamu. Untuk itu, dalam operasionalnya, housekeeper harus senantiasa dapat mengawasi kinerja para bawahannya slah satu contohnya dalam hal inventarisasi equipment dan supplies.

Housekeeper selaku pimpinan dari housekeeping management harus selalu melakukan komunikasi dengan departemen-departemen lainnya yang ada di hotel. Karena keberhasilan kepemimpinan seorang housekeeper juga ditentukan oleh bagaimana dia melakukan proses komunikasi yang baik dengan departemen-departemen lainnya sehingga pelaksanaan operasional dalam fungsi manajerial dapat berjalan secara maksimal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Kappa, dkk. 1997. Managing Housekeeping Operations.Michigan: Educational institute.

Reja dan Mentra. 2008. Pengendalian Biaya Hotel. Denpasar: KPN Werdhi Wisata.

Rumekso,SE. 2004. Housekeeping Hotel. Yogyakarta: Andi.

Seniartha, I Wayan. 2002. Pelayanan Lena & Pakaian Seragam. Denpasar: Sekolah Tinggi Pariwisata Bali.

Anonim. 2005. Chapter 10 : The Role of Housekeeping in Hospitality Operations, (online),

(http://www.eiacademic.org/uploadedFiles/_Common/ppt/Products/Books/TM10-333.ppt, diakses tanggal 8 September 2009).

Anonim. 2006. Inventory Control – Periodic Housekeeping, (online), (http://www.statebudget.sa.gov.au/public/download.jsp?id=2042, diakses tanggal 8 September 2009).

Anonim. 2008. Perencanaan Pekerjaan Housekeeping, (online), (http://karaengisla.wordpress.com/2008/12/22/perencanaa-pekerjaan-housekeeping/, diakses tanggal 8 September 2009).

Anonim. 2009. Inventory, (online), (http://en.wikipedia.org/wiki/Inventory, diakses tanggal 8 September 2009).

Anonim. (http://www.cypresspointe.net/Graphics/Inventory.pdf, diakses tanggal 8 September 2009).

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

LAPORAN PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA NYATA (PKN) DI FOUR SEASONS RESORT BALI at JIMBARAN BAY BIDANG TRAINING HOUSEKEEPING DEPARTMENT PERIODE TRAINING : 30 DESEMBER 2008 s/d 30 JUNI 2009

Posted by wibardi89 on November 3, 2009

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. Maksud dan Tujuan Pelaksanaan Praktek Kerja Nyata di Industri Pariwisata

Hotel merupakan salah satu industri penyedia jasa akomodasi yang sangat penting khususnya di bidang pariwisata. Dalam menjalankan operasionalnya, hotel tidak terlepas dari departemen-departemen yang ada di dalamnya. Departemen-departemen tersebut saling terkait dan tidak dapat dipisahkan karena merupakan satu kesatuan dari sistem operasional hotel tersebut.

Di dalam suatu hotel terdapat berbagai macam departemen seperti Housekeeping, Front Office, Foods & Beverages Production, Foods & Beverage Service, dan lain-lainnya. Departemen-departemen yang penulis sebutkan tersebut tentunya terdapat pada sebuah hotel dengan skala menengah ke atas yaitu hotel dengan kapasitas minimal bintang tiga ke atas.

Berkaitan dengan  praktek kerja nyata yang penulis laksanakan selama kurang lebih enam bulan lamanya, penulis bermaksud menjelaskan pada laporan ini salah satu departemen yang ada di hotel, yakni housekeeping department. Penulis memilih housekeeping department untuk bidang praktek kerja nyata, karena housekeeping merupakan departemen yang sangat vital yang dibutuhkan oleh sebuah hotel. Housekeeping dianggap vital dan penting karena housekeeping-lah yang menangani salah satu komoditi dan yang merupakan pendapatan utama dari sebuah hotel yaitu kamar/rooms. Tidak hanya menangani kamar, housekeeping juga menangani aspek-aspek fundamental dari sebuah hotel seperti public area, laundry, linen & uniform staff, maintenance, florist, dan lost & found.

Praktek kerja nyata adalah salah satu proses pembelajaran yang harus dilaksanakan oleh setiap mahasiswa  STP Bali di setiap program bidang studi. STP Bali dalam hal ini ingin memberikan kesempatan kepada mahasiswanya untuk belajar tentang teori dan praktek, tidak hanya di lingkungan kampus STP Bali tetapi juga langsung di industri pariwisata. Ini merupakan kesempatan yang baik bagi seluruh mahasiswa STP Bali, untuk lebih mengenal bagaimana situasi dan kondisi industri pariwisata secara nyata.

Adapun maksud dan tujuan pelaksanaan praktek kerja nyata di industri pariwisata, dapat penulis sampaikan sebagai berikut :

  • Praktek kerja nyata merupakan salah satu proses pembelajaran/kurikulum yang harus dilalui oleh setiap mahasiswa STP Bali pada masing-masing program studi, khususnya dalam hal ini penulis sebagai salah satu mahasiswa Diploma IV program studi Administrasi Perhotelan.
  • Sebagai sarana untuk mempertajam pengetahuan mahasiswa yang mungkin selama ini belum didapatkan selama proses pembelajaran di kampus.
  • Sebagai langkah awal bagi para mahasiswa untuk mengenal industri pariwisata secara nyata.
  • Sebagai salah satu langkah  untuk membentuk dan mewujudkan insan pariwisata yang profesional dan bertanggung jawab.

 

  1. B. Manfaat yang Diharapkan dari Pelaksanaan Praktek Kerja Nyata di Industri Pariwisata

Di dalam melaksanakan praktek kerja nyata di industri pariwisata, tentu terdapat banyak sekali aspek-aspek positif dan negatif yang penulis alami. Namun, dalam hal ini tentunya aspek  positiflah yang ingin penulis harapkan selama menjalani praktek kerja nyata ini. Aspek positif ini tidak lain merupakan manfaat bagi penulis yang nantinya akan berguna bagi penulis baik dalam bangku kuliah maupun ketika kembali lagi ke dunia industri.

Adapun manfaat yang penulis harapkan dari pelaksanaan praktek kerja nyata di indusrti pariwisata adalah sebagai berikut :

  • Dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapat selama berada di bangku kuliah baik secara teori maupun praktek.
  • Dapat memberikan gambaran umum tentang situasi dan kondisi dunia kerja secara nyata.
  • Memberikan pengalaman kerja kepada penulis yang nantinya akan bermanfaat setelah lulus dari perguruan tinggi dan melanjutkan ke dunia kerja atau dunia usaha.
  • Dapat mengetahui proses dan prosedur kerja yang benar.
  • Membentuk sikap mental yang disiplin dan bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang dibebankan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PENGETAHUAN TEORI YANG MENDUKUNG KELANCARAN PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA NYATA

DI INDUSTRI PARIWISATA

 

Dalam melaksanakan praktek kerja nyata, penulis mendapatkan banyak manfaat dari  pengetahuan teori yang selama ini didapatkan dari bangku kuliah. Pengetahuan teori tersebut sangatlah membantu dan mendukung penulis selama menjalani proses praktek kerja nyata di industri. Pengetahuan teori yang mendukung kelancaran pelaksanaan praktek kerja nyata tersebut antara lain :

  1. 1. Bahasa Inggris

Bagaimanapun bahasa inggris tidak dapat dilepaskan dalam dunia pariwisata. Karena sebagian besar proses komunikasi yang penulis alami di industri pariwisata menggunakan bahasa inggris. Tidak hanya berkomunikasi dengan para tamu, tetapi juga kepada para decision maker staff dan planning committee. Jadi bahasa inggris sangatlah membantu penulis dalam melakukan proses komunikasi di industri pariwisata.

 

 

 

  1. 2. Pengetahuan Tata Graha dan Dobi (OTD)

Secara umum dapat penulis jelaskan bahwa Pengetahuan Tata Graha dan Dobi (OTD) adalah inti dari materi housekeeping yang penulis pelajari selama ini STP Bali. OTD ini mencakup beberapa anak mata kuliah bidang housekeeping seperti Pengetahuan Alat dan Bahan Pembersih, Teknik Pembersihan Ruangan, Penyiapan dan Pemeliharaan Ruangan, Pelayanan Binatu, Pelayanan Lena & Pakaian Seragam, dan Pengetahuan Desain Interior & Landscape.

 

  1. 3. Psikologi Pelayanan (PSP)

Psikologi pelayanan sangat mendukung penulis dalam kelancaran praktek kerja nyata di industri. Alasannya karena penulis sering bertemu dengan banyak orang dengan karakter dan kepribadian yang berbeda-beda. PSP membantu penulis agar dapat bersikap sesuai dengan kondisi masing-masing karakter dari orang-orang tersebut, sehingga segala sesuatu yang penulis kerjakan dan yang dibebankan kepada penulis dapat dilaksanakan secara optimal.

 

  1. 4. Hygiene, Sanitasi, dan Keselamatan Kerja (HSK)

Pengetahuan teori HSK sangat membantu penulis dalam mengerjakan segala pekerjaan yang dibebankan kepada penulis selama menjalani proses praktek kerja nyata di industri. Karena penulis di sini dituntut untuk bisa berpenampilan rapi dan menarik, dengan mengutamakan faktor kesehatan pribadi, kesehatan lingkungan tempat bekerja, dan yang tidak kalah penting yaitu bagaimana kita mengutamakan keselamatan kerja ketika kita sedang menjalankan operasional di tempat kita bekerja.

BAB III

PEMBAHASAN HASIL PRAKTEK  KERJA NYATA

DI INDUSTRI PARIWISATA

  1. A. Gambaran Umum tentang Tempat Pelaksanaan Praktek Kerja Nyata

A.1   Sejarah Singkat Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay

Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay adalah salah satu hotel bintang lima dengan konsep resort yang terletak di kawasan tebing pantai Jimbaran.  Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay merupakan salah satu anak perusahaan dari PT Bali Giri Kencana. PT Bali Giri Kencana membeli royalty Four Seasons dari Four Seasons Hotel Inc. Toronto, Canada. Four Seasons Hotel Inc. sendiri didirikan oleh chairman sekaligus chief executive officer-nya Isadore Sharp. Sedangkan untuk home office-nya sendiri berada di Toronto, Canada . Mulai dibuka pada 24 juni 1992, sampai saat ini Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay masih eksis menjadi salah satu resort terkemuka di Bali, meskipun akhir-akhir ini banyak sekali resort dan luxury villa yang dibuka di Bali.

Saat ini Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay dipimpin oleh Mr. John O’Sullivan sebagai general manager-nya. Tidak hanya di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay, Mr. John juga menjadi general manager di Four Seasons Resort Bali at Sayan. Antara Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay dan Four Seasons Resort Bali at Sayan merupakan satu bentuk badan hukum yaitu PT Bali Giri Kencana. Tidak hanya general manager-nya saja yang sama, tetapi juga para planning committee-nya pun membawahi kedua resort tersebut.

Dalam operasionalnya, antara Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay dan Four Seasons Resort Bali at Sayan sering sekali membagi informasi kepada para tamunya yang menginap. Jadi, sangat sering sekali tamu yang menginap di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay juga menyempatkan diri mereka untuk menginap di Four Seasons Resort Bali at Sayan.

 

A.2   Karakteristik Four Seasons Inc. dan Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay

Dalam setiap hotel, apalagi hotel bintang lima yang memiliki chain di seluruh dunia tentu mempunyai karakteristiknya sendiri-sendiri. Four Seasons Inc. yang merupakan salah satu brand hotel bintang lima terkemuka di dunia juga memiliki karakteristiknya sendiri. Di mana karakteristiknya ini mendasari seluruh  filosofi di semua Four Seasons Hotel di seluruh dunia. Di sini penulis akan menjelaskan filosofi-filosofi tersebut yang bersifat umum dan dapat dipublikasikan. Filosofi-filosofi tersebut antara lain :

S.E.R.V.I.C.E. Culture Standards :

  • Smile/senyum yaitu sebagai seorang Four Seasons, senantiasa memberikan senyum, kapan pun, dimana pun, dan kepada siapa pun.
  • Eye/mata  yaitu sebagai seorang Four Seasons, senantiasa melakukan eye contact ketika berpapasan dengan siapa pun menggunakan feeling /perasaan seperti ketika berpapasan dengan seseorang senantiasa diikuti dengan eye contact dan senyum.
  • Recognition/pengakuan yaitu sebagai seorang Four Seasons, senantiasa memberikan pengakuan kepada orang yang dituju, seperti ketika mengetahui tamu A bernama Mr. John, maka panggilah ia dengan panggilan Mr. John.
  • Voice/suara yaitu sebagai seorang Four Seasons senantiasa berbicara dengan nada yang sopan dan halus.
  • Informed/memberikan informasi yaitu sebagai seorang Four Seasons senantiasa memberikan informasi tentang produk hotel yang bersifat boleh dipublikasikan kepada siapa pun.
  • Care/perhatian yaitu sebagai seorang Four Seasons senantiasa memberikan perhatian tidak hanya kepada tamu, tetapi juga kepada semua orang.
  • Exceed/kepuasan yaitu sebagai seorang Four Seasons senantiasa menawarkan kepuasan kepada setiap tamu.

Selain di atas, penulis juga ingin menjelaskan satu lagi filosofi dari Four Seasons yang baru saja dirilis pada tahun 2008. Filosofi tersebut antara lain :

The Guest Experience 2008

Get it right yaitu sebagai seorang Four Seasons, senantiasa memberikan service secara konsisten, konsisten yang dimaksud adalah sesuai dengan standar,P&P’s, dan sequence of service step Four Seasons.

Get me right yaitu sebagai seorang Four Seasons, senantiasa dapat memberikan service sesuai dengan apa yang tamu harapkan. Untuk itu kita harus mengenal karakter tamu tersebut dan juga mengetahui situasi dan kondisi pada saat itu.

Wow me if you can yaitu sebagai seorang Four Seasons ,senantiasa bisa memberikan surprise kepada tamu, yaitu melebihi dari apa yang mereka harapkan.

 

A.3      Gambaran Umum Produk dan Fasilitas Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay

Sebagai salah satu resort bintang lima di Bali, tentu Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay memiliki berbagai produk dan fasilitas-fasilitas menarik yang senantiasa ditawarkan kepada para tamu dan calon tamu mereka. Produk-produk dan fasilitas-fasilitas tersebut ditawarkan tidak hanya kepada in house guest, tetapi juga kepada para outsider guest.

Dalam laporan ini, penulis akan menjelaskan gambaran umum beberapa produk dan fasilitas dari Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay. Produk-produk dan fasilitas tersebut meliputi kamar, F & B service, serta fasilitas-fasilitas pendukung lainnya.

Sebagai sebuah hotel, tentu produk utama yang dijual adalah kamar. Namun, berbeda dengan hotel-hotel lainnya, Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay yang merupakan hotel berkonsep resort memiliki villa sebagi produk utamanya untuk dijual kepada para tamu-tamunya. Villa-villa tersebut dibangun dengan konsep Balinese-nya yang sangat kental, mulai dari arsitektur, furniture, lukisan, sampai pada amenities-nya menggunakan konsep Balinese Classic . Sedangkan untuk Private Residences menggunakan konsep Balinese Modern, dimana bangunan-bangunannya didominasi arsitektur yang sangat moderen, tetapi tanpa meninggalkan kesan Balinese-nya seperti terdapatnya bale bengong, dan penggunaan atap alang-alang.

Untuk mengetahui villa-villa dan private residences Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay secara lengkap dapat dibaca pada tabel di bawah ini :

Kategori kamar Jumlah Keterangan
One Bedroom villa 86 1 King bed/2 single beds, dining pavilion, plant pool.
Deluxe Ocean View One Bedroom Villa 28 1 King bed/2 single beds, dining pavilion, plant pool, jimbaran bay view.
Ocean Front One Bedroom Villa 25 1 King bed/2 single beds, dining pavilion, plant pool, kitchenette, nearer to ocean.

Tabel 3.1 Kategori Kamar di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay

Two Bedroom Villa 4 1 King bed & 2 single beds, extra large dining pavilion, kitchenette, double plant pool.
Ocean Front Two Bedroom Villa 4 1 King bed & 2 single beds, exta large dining pavilion, kitchenette, double plant pool nearer to ocean and jimbaran bay view.
Royal Villa 2 1 King bed & 2 single beds, one bedroom for butler, exta large dining pavilion, kitchenette, luxury Balinese antique & carving, double plant pool nearer to ocean and jimbaran bay view. .
Two Bedroom Garden Estate 2 Luxury & modern design architecture, 1 King bed & 2 single beds, private butler, exta large dining pavilion, kitchenette, swimming pool, garden view.
Three Bedroom Garden Estate 1 Luxury & modern design architecture, 2 King beds & 2 single beds, private butler, exta large dining pavilion, kitchenette, swimming pool, garden view.
Three Bedroom Ocean Estate 4 Luxury & modern design architecture, 2 King beds & 2 single beds, private butler, exta large dining pavilion, kitchenette, swimming pool, ocean view.
Four Bedroom Ocean Estate 2 Luxury & modern design architecture, 3 King beds & 2 single beds, private butler, exta large dining pavilion, kitchenette, swimming pool, ocean view.
Jumlah 158

 

 

 

Gambar 3.1 Bedroom villa                         Gambar 3.2 Dinning pavillion

Selain villa dan private residences, Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay juga memiliki beberapa outlet F & B service. Outlet-outlet tersebut menyediakan berbagai masakan Bali, Indonesia, dan Internasional. Berikut penjelasan outlet-outlet yang terdapat di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay:

  1. 1. Taman Wantilan Restaurant

Taman Wantilan Restaurant merupakan restaurant yang buka untuk breakfast dan dinner. Taman Wantilan Restaurant memiliki pemandangan yang sangat eksotis sekali, kerena berada di tebing bukit Jimbaran, sehingga para tamu dapat menikmati keindahan pantai Jimbaran dan deretan pegunungan yang berada di kawasan Bali utara.

 

  1. 2. Pantai Jimbaran (PJ’s) Restaurant

Pantai Jimbaran (PJ’s) Restaurant terletak di antara perbatasan tebing dan pantai Jimbaran. Restaurant ini khusus menyediakan sea food ala Jimbaran, pizza dan juga aneka pasta. PJ’s hanya buka untuk lunch dan dinner saja. Selain sebagai restaurant, di PJ’s juga sering sekali dipakai untuk special banquet seperti Bed on The Beach.

 

  1. 3. Warung Mie Restaurant

Warung Mie Restaurant buka untuk dinner saja. Restaurant ini khusus menyajikan masakan-masakan khas Indonesia. Struktur bangunan, furniture, dan aksesorisnya yang kuno dan klasik, semakin menambah kesan suasana tempo dulu.

 

  1. 4. Pool Terrace Café

Pool Terrace Café merupakan outlet yang disediakan kepada para tamu untuk bersantai sambil berjemur menikmati pemandangan pantai jimbaran dari atas tebing. Outlet ini memiliki fasilitas infinity swimmning pool, dimana para tamu dapat berenang dengan pemandangan seolah-olah berada menyatu dengan laut. Di outlet ini khusus menyediakan jenis makanan cepat saji seperti sandwich, salad, aneka juice, dan simple cocktail.

 

  1. 5. Terrace Bar & Lounge

Terrace Bar & Lounge terletak berada di sebelah Taman Wantilan Restaurant. Outlet ini khusus menyediakan berbagai jenis cocktail, tea, hot & cold beverages, serta snack ringan sebagai peneman tamu bersantai sambil menikmati berbagai jenis minuman yang dihidangkan.

 

  1. 6. Villa Service

Villa Service merupakan outlet yang khusus melayani tamu selama 24 jam penuh, dimana para tamu dapat menikmati makanan dan minuman tanpa harus pergi ke restaurant. Outlet ini sangat digemari oleh para honeymooner karena mereka lebih menginginkan privasi dan suasana yang romantis yang bisa mereka nikmati dari villa mereka sendiri.

 

Selain outlet F & B Service terdapat juga outlet-outlet pendukung yang dapat dinikmati para tamu. Outlet-outlet tersebut adalah sebagai guest attraction bagi para tamu yang menginap di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay. Outlet-outlet tersebut dapat penulis jeaskan sebagi berikut :

  1. 1. The Spa at Jimbaran

The Spa at Jimbaran disediakan bagi para tamu yang ingin mendapatkan therapy dan relaksasi sejenak untuk me-refresh pikiran mereka kembali agar setelah mereka menghabiskan liburan mereka selama di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay, mereka dapat kembali menjalankan runititas/pekerjaan mereka dengan 100%. The Spa at Jimbaran didukung oleh therapist yang sudah berpengalaman dan dengan berbagai jenis produk-produk herbal yang akan memanjakan setiap tamu yang menikmati terapi di The Spa at Jimbaran.

 

  1. 2. Tennis Courts & Gym

Bagi para tamu yang senang berolah raga, mereka dapat menghabiskan waktunya di Tennis Courts & Gym. Didukung oleh instruktur yang handal dan berpengalaman, para tamu dapat menikmati fasilitas fitness dan olahraga tenis sesuai dengan step by step latihan yang benar.

 

  1. 3. Bussiness Centre

Bussiness Centre disediakan bagi para tamu yang sedang menikmati liburan di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay, namun mereka juga sedang menjalankan pekerjaan mereka. Biasanya Bussiness Centre ini dipakai oleh tamu individual atau tamu group dengan latar belakang MICE (Meeting Incentive Convention Exhibition).

 

  1. 4. Cooking School

Cooking School merupakan outlet yang disediakan bagi para tamu yang ingin belajar memasak secara singkat. Outlet ini biasanya disenangi oleh para family guest dan honeymooner yang menginap di  Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay.

 

  1. 5. Ganesha Gallery

Ganesha Gallery merupakan galeri lukisan yang khusus disediakan bagi para tamu yang mencintai seni, khususnya lukisan. Lukisan-lukisan yang ditampilkan di sini merupakan karya dari pelukis-pelukis Bali dan pelukis luar negeri seperti Nico Vrielink dan Markus Walkey.

 

  1. 6. Boutique & Gallery

Boutique & Gallery merupakan salah satu outlet yang menjual berbagai jenis cenderamata khas Bali dan Indonesia. Selain menjual cenderamata, disini juga menjual berbagai jenis cigarettes (rokok), cigar (cerutu), dan berbagai jenis amenities terkenal dari berbagai negara di dunia.

 

  1. 7. Beach Watersport Bale

Bagi para tamu yang hobi olahraga pantai, mereka dapat menikmatinya di Beach Watersport Bale. Beach Watersport Bale menyediakan berbagai attraction seperti windsurfing, snorkeling, paddle canoe,dan maih banyak lagi berbagai macam beach watersport attraction lainnya.

 

  1. 8. Library & Lounge

Library & Lounge disediakan bagi para tamu yang ingin membaca berbagai jenis buku karya penulis-penulis dunia. Di sini juga disediakan fasilitas intenet, watching film, dan lounge. Bagi para tamu yang hendak check out dan masih harus menunggu keberangkatan pesawatnya, mereka juga dapat bersantai sambil menikmati fasilitas-fasilitas yang disediakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. B. Bidang Tugas yang Dilaksanakan Selama Praktek Kerja Nyata

Selama menjalani praktek kerja nyata di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay, penulis telah melaksanakan berbagai bidang tugas di housekeeping department. Bidang-bidang tugas tersebut telah sesuai dengan apa yang telah penulis dapatkan selama menjalani proses pembelajaran di kampus baik secara teori maupun praktek, namun, di sini lebih difokuskan terhadap service procedure dari Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay secara mengkhusus.

Dalam melaksanakan praktek kerja nyata di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay, sebelumnya penulis telah diberikan SOP (Standard Operating Procedures) sebelum melaksanakan praktek langsung di lapangan. Namun, dalam laporan ini penulis tidak akan menjelaskan isi SOP tersebut, karena hal ini berkaitan dengan rahasia perusahaan yang tidak boleh disebarluaskan, untuk itu Penulis sebagai salah satu trainee di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay harus menjaga kode etik tersebut.

Terdapat beberapa bidang tugas yang penulis laksanakan selama praktek kerja nyata di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay. Bidang-bidang tugas tersebut masing-masing memiliki learning coach yang khusus diberikan tugas tambahan untuk memberikan atau menjelaskan informasi kepada para trainee. Learning coach ini sangatlah bermanfaat bagi para trainee yang ingin medapatkan informasi yang lebih lengkap tentang jalannya operasional di lapangan.

Di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay, khususnya di housekeeping department, para trainee akan di-rolling ke berbagai section yang ada di housekeeping department. Ada beberapa section yang harus dilalui oleh para trainee di housekeeping department, yaitu :

  1. Room section
  2. Public area section
  3. Laundry section
  4. Valet section
  5. Uniform & linen section
  6. Florist section

 

  1. 1. Room Section

Room Attendat Daily Service (Morning Shift)

Berbeda dengan hotel-hotel lainnya yang bangunannya berbentuk building, di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay para room attendant bekerja secara berpasangan (2 orang) atau tiga orang untuk satu room assignment, alasannya karena medan di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay berupa tebing, dimana antara satu villa dengan villa lainnya harus ditempuh dengan tangga yang bertingkat-tingkat. Jadi dalam membawa alat dan amenities-nya pun harus dilakukan secara berpasangan.

Adapun tugas-tugas dari room attendant daily service dapat penulis sebutkan sebagai berikut :

  1. Hadir di housekeeping office dengan uniform yang telah ditetapkan jam 8 kurang 10 menit.
  2. Menerima pembagian room assignment dan village key yang dibagikan oleh para chief village dan asst. chief village. Masing-masing team room attendant mendapat 12 villa (staf-staf), 15 villa (2 staf-1 trainee) dan 10 villa (staf-trainee). Untuk Twin Bed Villa dan Royal Villa dihitung 2 villa.
  3. Mengikuti briefing selama kurang lebih 20 menit dari chief village, dan me-review kembali masalah-masalah yang terjadi pada hari kemarin.
  4. Setelah briefing usai, para room attendant menuju ke masing-masing pantry untuk melakukan preparing sebelum bekerja membersihkan kamar tamu.
  5. Setelah melakukan preparing, room attendant dan gardener menuju ke villa tamu yang hendak dibersihkan.
  6. Setelah berada di depan villa tamu, room attendant diwajibkan untuk mengecek D n D light sebelum membunyikan bel di villa.
  7. Setelah mengetahui bahwa D n D light dinonaktifkan, barulah membunyikan bel sebanyak 3 kali dan mengucapkan greeting “Good morning, housekeeping service please” sebelum masuk ke villa tamu.
  8. Setelah mendapat izin dari tamu atau tamu tidak sedang berada di villa, barulah room attendant dan gardener memulai membersihkan villa tamu.
  9. Sebelum mulai bekerja, room attendant diharuskan mengisi time in pada villa di room assigmnet dan memasang tanda “Villa is being on Service” pada pintu depan villa.

10.  Gardener bertugas untuk membersihkan area villa meliputi plant pool dan tanaman yang berada di dalam villa.

11.  Room attendant A bertugas untuk membersihkan bathroom dan me-replace kembali linen bathroom dan bathroom amenities.

12.  Room attendant B bertugas untuk membersihkan dinning pavilion, stripping bed, dan membawa linen yang sudah dipakai untuk dibawa kembali ke pantry dengan menggunakan linen basket. Setelah itu room attendant B membawa linen-linen yang diperlukan di villa, membuat captain order mini bar jika ada mini bar consumption, membawa ice, dan melengkapi amenities-amenitise yang diperlukan di villa.

13.  Setelah room attendant B sampai kembali di villa dan room attendant A telah selesai di bathroom, mereka berdua make up bed bersama, membersihkan bedroom, me-replace kembali amenities yang kurang, setelah itu mengecek kembali kondisi villa.

14.  Setelah yakin bahwa semua amenities telah lengkap, barulah room attendant A lobby dustering dan room attendant B mopping seluruh lantai di villa.

15.  Setelah semuanya selesai, room attendant kembali mengisi time out pada room assignment.

16. Setelah itu kembali mengucapkan greeting “ Have a nice day” kepada tamu dan melepas kembali tanda “Villa is being on Service”.

17.  Berikut seterusnya sampai semua villa selesai dikerjakan.

18.  Setelah itu room attendant kembali ke pantry dan meluangkan waktunya sebentar untuk membersihkan pantry.

19.  Selanjutnya para room attendant kembali ke housekeeping office untuk mengumpulkan room assignment dan village key.

Begitulah step by step tugas yang harus dilakukan oleh room attendant daily service. Adapun teknik pembersihan dan penjelasan mengenai berbagai equipment dan amenities yang terdapat di housekeeping department, dapat penulis jelaskan sebagai berikut :

  1. Teknik Pembersihan :
  • Brushing
  • Dusting
  • Polishing
  • Lobby dustering
  • Mopping

 

  1. Equipment :
  • Broom
  • Mop                                                                       Golf Bag
  •  

    Gambar 3.4 Golf bag

     

    Eco Clean Lobby Duster

  • Bucket sanitizing
  • Gambar 3.5 Sanitary &  amenities basket

    Mop bucket

  • Toilette brush
  • Sponge
  • Dusting cloth
  • Amenities Basket
  • Glass Squish
  • Plastik sampah

 

  1. Chemical :
  • Marble Bathroom (ECOLAB)
  • Multi Purpose Cleaner (ECOLAB)
  • Glass Cleaner (ECOLAB)                                        Sanitary Bucket
  • Wood Polish (ECOLAB)
  • Metal Polish Lemon Ice (ECOLAB)                

 

  1. Guest amenities :
  • 2 buah body lotion
  • 1 buah bath gel
  • 1 buah cooling gel
  • 1 buah bath salt
  • 2 buah shampoo
  • 2 buah conditioner
  • 2 buah hand soap
  • 2 buah bath soap
  • 1 buah tooth paste
  • 2 buah tooth brush
  • 1 buah shower cap
  • 1 buah shaving cream
  • 1 buah razor
  • 6 buah cotton bath
  • 6 buah cotton soap
  • 1 buah comb
  • 3 buah matches
  • 2 buah sanitary bag
  • 1 buah plastic bag
  • 2 buah toilette paper
  • 2 buah tissue box

 

 

  1. Stationary :
  • 2 buah note book
  • 1 buah pen
  • 1 buah pencil
  • 6 buah writing paper
  • 2 buah faximile paper
  • 6 buah amplove
  • 5 buah post card
  • 2 buah bookmark
  • 1 buah jogging map
  • 1 buah compendium
  • 1 buah The Spa brochure
  • 1 buah Four Seasons Worldwide book
  • 1 buah TV magazine
  • 1 buah TV guide
  • 3 buah international magazine

 

  1. Complement :
  • 2 buah Decaffinated coffee
  • 2 buah Toraja coffee
  • 3 buah Camomile tea
  • 3 buah Green tea
  • 3 buah English breakfast tea
  • 3 buah Creamer
  • 4 buah zero fat sugar
  • 4 buah white sugar
  • 4 buah brown sugar
  • 10 buah drinking water

 

  1. Linen Supplies :
  • 6 buah bath sheet
  • 4 buah hand towel
  • 2 buah face towel
  • 2 buah shaving towel
  • 2 buah bath mat
  • 2 buah bathtub pillow cover
  • 2 buah yukata
  • 1 buah laundry bag
  • 1 buah pressing bag
  • 1 buah dry cleaning bag
  • 1 buah bottom sheet king/2 buah bottom sheet twin
  • 1 buah duvet amplove king/2 buah duvet amplove twin
  • 2 buah pillow case
  • 2 buah pillow case embrodierry
  • 2 buah napkin

 

*        Untuk Royal dan Twin Beded Villas, tambahan 2 buah face towel pada masing-masing bathroom.

*        Untuk Residence, tambahan 6 face towel,4 hand towel, dan 4 bath sheet pada masing-masing bathroom.

 

  1. Mini Bar :
  • 2 buah Schwepper tonic water
  • 2 buah Schwepper soda water
  • 2 buah Coca Cola
  • 2 buah Sprite
  • 2 buah Diet Coke
  • 2 buah Heinekken
  • 2 buah Eviant
  • 2 buah Perrier
  • 1 buah Berri apple juice
  • 1 buah Berri orange juice
  • 1 buah Nescaffe Original
  • 1 buah Nescaffe Latte
  • 1 buah London dry gin mini
  • 1 buah Black Label scotch whisky mini
  • 1 buah Bacardi Light rum mini
  • 1 buah Absolute Vodka mini
  • 4 buah Bintang beer medium
  • 1 buah Col Dissasso red wine medium
  • 1 buah Santa Ema white wine medium
  • 1 buah Pringles Original potatoes snack mini
  • 1 buah Pringles Sour potatoes snack mini
  • 1 buah Nut + Nuts cashew nut original
  • 1 buah Nut + Nuts cashew nut spicy
  • 1 buah Dark Chocolate Monggo 40 gr
  • 1 buah Cashew Chocolate Monggo 100 gr
  • 1 buah Kit Kat Classic

Room Attendant Evening Service (Afternoon Shift)

Tidak jauh beda dengan room attendant daily service, room attendant evening service juga membersihkan kamar tamu seperti room attendant daily service. Tapi bedanya, itu mereka kerjakan rentan waktu jam 13.00pm sampai waktu break 16.00pm. Tugas mereka yaitu meng-cover kamar-kamar sisa yeng tidak terbagi pada room assignment pagi. Biasanya masing-maing team mendapat 3 sampai 4 villa, tergantung kondisi di lapangan pada saat itu.

Adapun tugas-tugas dari room attendant evening service dapat penulis sebutkan sebagai berikut :

  1. Hadir di housekeeping office dengan uniform yang telah ditetapkan jam 13.00 kurang 10 menit.
  2. 2. Selanjutnya sama dengan apa yang dikerjakan room attendat daily service.
  3. Setelah selesai istirahat selama 1 jam, pada jam 17.00 pm room attendant evening service kembali bertugas.
  4. Room attendant evening service kembali ke housekeeping untuk mengambil turn down assignment, village key, dan beberapa surat-surat pemberitahuan yang akan diberikan kepada tamu, seperti : fogging news, SPA confirmation, guest comment, dan lain-lainnya. Untuk turn down assignment biasanya team yang terdiri dari 2 orang mendapat jatah 20 villa, dan 3 orang mendapat jatah 26 villa
  5. Setelah itu, mereka menuju pantry masing-masing untuk melakukan preparing.
  6. Dalam melakukan preparing terdapat beberapa amenities dan linen yang perlu ditambah untuk turndown service, yaitu turndown card, bunga, obat nyamuk bakar, D n D card, dan foot mat. Sedangkan alat-alat yang tidak perlu dibawa sperti mop, broom, chemical & bucket, dan mop bucket.
  7. Setelah selesai melakukan preparing, room attendant berangkat menuju ke villa tamu.
  8. Setelah berada di depan villa tamu, room attendant diwajibkan untuk mengecek D n D light sebelum membunyikan bel di villa.
  9. Setelah mengetahui bahwa D n D light dinonaktifkan, barulah membunyikan bel sebanyak 3 kali dan mengucapkan greeting “Good evening, turn down service please” sebelum masuk ke villa tamu.

10.  Setelah mendapat izin dari tamu atau tamu tidak sedang berada di villa, barulah room attendant memulai membersihkan villa tamu.

11.  Sebelum mulai bekerja, room attendant diharuskan mengisi time in pada villa di turn down assigmnet dan memasang tanda “Villa is being on Service” pada pintu depan villa.

12.  Room attendant A bertugas untuk menghidupkan lampu di bathroom, membersihkan bathroom, me-replace kembali linen bathroom dan bathroom amenities.

13. Room attendant B bertugas untuk menghidupkan lampu di dinning pavilion dan bedroom, memasang obat nyamuk bakar dan membersihkan dinning pavilion, merapikan kembali bedroom, melipat duvet, memasang turndown card, bunga, surat, dan foot mat.

14.  Setelah keduanya selesai, room attendant A mengecek kembali amenities yang kurang dan room attendant B melakukan lobby dustering lantai.

15.  Setelah semuanya selesai, room attendant kembali mengisi time out pada turn down assignment.

16.  Setelah itu, kembali mengucapkan greeting “ Have a nice evening” kepada tamu dan melepas kembali tanda “Villa is being on Service”.

17.  Berikut seterusnya sampai semua villa selesai dikerjakan dan kembali lagi ke pantry.

18.  Jika sampai jam 21.20 pm masih terdapat villa yang D n D, room attendant melaporkan atau menelepon ke Guest Service untuk late message.

19.  Setelah itu, room attendant A membersihkan pantry dan room attendant B menghitung dan mengakumulasi Sales Recapitulation Mini Bar hari ini dan mempersiapkan Sales Recapitulation Mini Bar untuk besok.

20.  Setelah jam 22.00 pm, room attendant memberikan turndown assignment, Sales Recapitulation Mini Bar hari ini, dan village key kepada village chief/asst. village chief.

 

 

Public Area Section

Berkaitan dengan krisis global yang melanda dunia pariwisata saat ini, occupancy tidaklah terlalu bagus, untuk itu management menyiasatinya dengan mengeluarkan libur-libur para staf. Hal tersebut juga terjadi di public area, sehingga jarang sekali outlet-outlet ditemukan dalam keadaan kotor.

Berbeda dengan keadaan sebelum krisis global melanda, biasanya seorang public area attendant bertugas membersihkan 2 sampai 3 outlet. Namun, sekarang seorang public area attendant hanya membersihkan toilet dari masing-masing outlet saja, kebersihan lingkungan outlet diserahkan kepada waiter/waitress yang bertugas di outlet tersebut.

Ada 3 shift pada public area section. Shift-shift tersebut dapat penulis jelaskan sebagai berikut :

  1. Morning Shift 06.00 am (2 Orang)

Public area attendant A bertugas untuk membersihkan toilet Jepun Sari, toilet lobby, toilet planning committee staf, toilet Taman Wantilan Restaurant, toilet Pool Terrace Café, toilet Library, toilet PJ’s, toilet Warung Mie Restaurant, lobby dustering & mopping di Taman Wantilan Restaurant, mengecek kembali outlet-outlet tersebut setelah istirahat.

Public area attendant B bertugas untuk membersihkan outlet The SPA & Gym, toilet Cooking School, toilet Ganesha Gallery dan membantu public area attendant A lobby dustering & mopping di Taman Wantilan Restaurant.

  1. Afternoon Shift 14.00 pm (1 orang)

Afternoon shift bertugas untuk mengecek dan me-replace kembali amenities yang berada di masing-masing toilet outlet. Selain itu juga memenuhi panggilan atau request dari tiap-tiap manager outlet.

  1. Evening shift 22.00 pm (1 orang)

Evening shift bertugas untuk mengecek dan me-replace kembali amenities yang berada di toilet lobby. Selain itu juga ia bertugas membersihkan Taman Wantilan Restaurant untuk persiapan breakfast esok harinya.

Berbeda dengan room attendant, public area attendant hanya menggunakan amenities basket saja untuk peralatannya. Sedangkan untuk lobby duster, mop, dan mop trolley sudah ada di masing-masing outlet. Untuk lebih jelasnya, penulis dapat jelaskan jenis amenities dan chemical yang digunakan di public area sebagai berikut :

  1. 1. Equipment :
  • Amenities basket
  • Sanitary bucket
  • Toilette brush
  • Sponge
  • Glass Squish
  • Dusting cloth

  1. Chemical :
  • Marble Bathroom (ECOLAB)
  • Multi Purpose Cleaner (ECOLAB)
  • Glass Cleaner (ECOLAB)
  • Wood Polish (ECOLAB)
  • Amor Metal Polish  (ECOLAB)

 

  1. Amenities :
  • Toilette paper tissue
  • Hand paper tissue
  • Hand Soap
  • Bath Soap
  • Conditioner
  • Shampoo
  • Lotion

Laundry Section

Laundry Section di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay khusus menangani 2 hotel sekaligus yaitu Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay dan Four Seasons Resort Bali at Sayan. Namun, untuk Four Seasons Resort Bali at Sayan guest laundry dan uniform management staff, ditangani sendiri oleh mereka di Sayan. Adapun jenis-jenis laundry yang ditangani di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay, dapat penulis jelaskan sebagai berikut :

  • Linen & uniform staff Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay
  • Linen & uniform staff Four Seasons Resort Bali Sayan

Biasanya untuk Four Seasons Resort Bali at Sayan mengirim laundry-nya menggunakan mobil box. Jika occupancy mereka di bawah 50 % maka mereka biasanya mereka datang sekali setiap harinya, jika melebihi dari 50% mereka bisa datang sampai dua kali dalam sehari.

Gambar 3.6 Drying thumbler machine

Di laundry Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay sendiri dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung operasional laundrying, peralatan-peralatan tersebut antara lain :

  • 2 mesin cuci kapasitas 60 kg
  • 4 mesin cuci kapasitas 30 kg
  • 2 mesin cuci kapasitas 12 kg
  • 4 mesin drying thumbler kapasitas 30 kg
  • 1 mesin flatwork ironers

Sedangkan untuk jenis chemicalnya sendiri terdapat beberapa macam, yaitu :

  • Alkali Buider Plus (ECOLAB) sebagai pelepas kotoran
  • Detergent Plus (ECOLAB)sebagai detergent
  • Emulsifier
  • Bleaching
  • Sour Plus
  • Starch

Adapun mengenai gambaran operasional di laundry section Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay sebagai berikut :

  1. Laundry driver membawa linen-linen bersih dari laundry ke masing-masing pantry.
  2. Setelah me-replace kembali linen-linen bersih dan buggy sudah kosong, laundry driver mengangkut semua linen-linen kotor dari masing-masing pantry untuk dibawa ke laundry.
  3. Setelah sampai di laundry, linen-linen kotor tersebut diterima oleh linen sorter, linen sorter ini bertugas untuk menggolongkan jenis-jenis linen yang sejenis dan mengecek apakah ada barang-barang yang ikut serta dalam linen kotor tersebut.
  4. Setelah itu, linen-linen tersebut dimasukkan ke dalam mesin cuci untuk dicuci secara otomatis.
  5. Di dalam mesin cuci tersebut terjadi beberapa proses pencucian seperti wetting (pembasahan), washing (pencucian), draining (pembuangan air), rinsing (pembilasan), dan extracting (pemerasan).
  6. 6. Setelah semua proses tersebut selesai, barulah cucian-cucian tersebut dipindahkan ke mesin drying thumbler untuk menjalani proses drying.
  7. 7. Setelah proses drying, untuk linen-linen tertentu seperti towel bisa langsung di-folding, dan untuk linen-linen lainnya seperti napkin, sheet, dan linen-linen berbentuk lembaran tipis lainnya dilanjutkan ke proses pressing dengan menggunakan flatwork ironers machine.
  8. Setelah di-pressing dan di-folded, linen-linen tersebut diletakkan di linen rack untuk nanti di-transfer kembali oleh laundry driver ke masing-masing pantry.

Untuk uniform, sama saja prosesnya, tetapi untuk proses pressing dilakukan di valey section dan setelah itu di-transfer kembali ke U/L section.

Di laundry sendiri terdapat beberapa shift. Shift tersebut tergantung juga dari jumlah occupancy pada saat itu. Untuk lebih jelasnya, dapat penulis jelaskan sebagai berikut:

  • Morning Shift 05.00 am s/d 14.00 pm
  • Afternoon shift 13.00 pm s/d 22.00 pm
  • Night shift 22.00 pm s/d 07.00 am (occupancy > 60%)
  • Laundry driver shift 10.00 am s/d 19.00 pm

 

Gambar 3.7 Washing machine                 Gambar 3.8 Pressing sheet

 

Gambar 3.9 Linen rack                             Gambar 3.10 Suasana laundry section

 

Valey Section

Valey section merupakan salah satu bagian dari laundry yang sengaja dipisahkan. Tugas dari valey section adalah menangani guest laundry, management staff laundry, dan juga pressing uniform. Di valey section jumlah stafnya lebih sedikit dibandingkan dengan di laundry section, tetapi staf valey memiliki keterampilan yang lebih dibandingkan dengan staf laundry, terutama untuk penanganan guest laundry.

Gambar 3.11 Drying thumbler & wasing machine

 

 

Di valey section sendiri memiliki beberapa peralatan untuk menunjang operasionalnya. Peralatan-peralatan tersebut antara lain :

  • 2 mesin cuci kapasitas 12 kg
  • 2 drying thumbler kapasitas 12 kg
  • 2 mushroom press
  • 2 cuff press
  • Gambar 3.12 Cuff press &  cotton press

    2 cotton press

  • 1 wool press
  • 1 bosom bolcy press
  • 2 steam ironer/setrika uap
  • 2 marking machine
  • 1 dry cleaning machine

Sedangkan untuk chemical-nya sendiri hampir sama dengan di laundry, tetapi perbedaannya hanya pada spot removing agent. Spot removing agent yang digunakan di valey sendiri antara lain :

 

 

  • Tar go
  • Rust go
  • Yellow go ECOLAB
  • Oxigen bleach
  • Destainer

Untuk penanganan guest laundry-nya sendiri, dapat penulis jelaskan sebagai berikut prosedurnya :

  1. Guest laundry dan list-nya diterima dan dicek oleh village chief/asst. village chief dari tamu.
  2. Village chief/asst. village chief mencatat guest laundry tersebut di laundry report yang ada di pantry.
  3. Village chief/asst. village chief menghubungi laundry driver untuk membawa guest laundry tersebut ke valey section.
  4. Laundry driver membawa dan menyerahkan guest laundry tersebut ke valey section kepada marker & sorter.
  5. Kemudian marker & sorter mengecek apakah terdapat guest belonging pada guest laundry tersebut.
  6. Setelah itu, marker & sorter mengelompokkan guest laundry tersebut berdasarkan jenis pakaian, warna, dan noda pakaian tersebut.
  7. 7. Sehabis itu,  pakaian-pakain tersebut dipasangkan tag dan lalu diserahkan kepada washer.
  8. Marker & sorter juga bertugas untuk mengisi dengan lengkap laundry list dan setelah itu dilaporkan ke FO cashier untuk diposting ke rekening tamu.
  9. Washer memulai pekerjaannya dengan mengecek jenis bahan pakaian tamu, apakah bahannya memiliki warna yang gampang pudar atau tidak.

10.  Kemudian washer melanjutkan pekerjaannya dengan spot removing/menghilangkan noda.

11.  Setelah itu barulah ke proses pencucian. Sama dengan di laundry proses pencucian dilakukan sampai pada tahap extracting.

12.  Barulah cucian dipindahkan ke mesin dry thumbler.

13.  Kemudian cucian tersebut dipress sesuai dengan jenis bahannya oleh presser.

14.  Presser juga bertugas untuk menata pakaian tamu tersebut sampai selesai, sesuai dengan standar Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay.

15. Setelah itu pakaian tamu tersebut diserahkan kepada laundry driver untuk dibawa ke pantry dan diserahkan kepada village chief/asst. village chief.

16.  Terakhir, village chief/asst. village chief-lah yang menyerahkan guest laundry tersebut kepada tamu langsung ke villanya.

Untuk pembagian shift di valey, sama dengan di laundry terdapat 3 shift, namun bedanya shift di valey berjalan tanpa dipengaruhi oleh occupancy. Jadi ketiga shift tersebut selalu ada setiap harinya.

U/L Section

Meskipun penulis hanya mendapatkan 2 hari saja di U/L section, tetapi dapat penulis jelaskan secara umum tugas dari U/L section tersebut antara lain:

  • Menerima uniform staff yang telah di-press di valey.
    • Menggolongkan jenis uniform staff tersebut berdasarkan department-nya masing-masing.
    • Menyerahkan uniform staff langsung kepada staf yang bersangkutan pada awal shift.
    • Menjahit linen & uniform staff yang perlu dijarit.
    • Membersihkan locker staff setiap harinya.

 

Adapun pembagian shift di U/L section, dapat penulis jelaskan sebagai berikut :

  • Early shift 04.00 am s/d 13.00 pm
  • Morning shift 08.00 am s/d 17.00 pm
  • Morning late shift 11.00 am s/d 20.00 pm
  • Afternoon shift 13.00 pm s/d 22.00 pm
  • Late shift 15.00 pm s/d 24.00 pm

Florist Section

Seperti halnya di U/L section, penulis hanya mendapatkan 2 hari saja di florist section. Secara umum dapat penulis jelaskan tugas-tugas dari florist section, yaitu :

  • Membuat rangkaian bunga untuk sehari-hari di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay dan juga untuk event-event tertentu.
  • Mempersiapkan bunga-bunga untuk digunakan di berbagai department seperti di housekeeping dan F & B service.
  • Mempersiapkan buah yang nantinya akan dipergunakan di villa-villa tamu.

Di florist section sendiri hanya terdapat 2 shift kerja yaitu 07.00 am s/d 16.00 pm dan 09.00 am s/d 06.00 pm. Shift-shift tersebut juga tergantung dari jumlah occupancy dari hotel.

 

 

  1. C. Jadwal Kerja Selama Pelaksanaan Praktek Kerja Nyata serta Jangka Waktu Pelaksanaannya

Di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay memilki karakteristik yang berbeda dengan hotel-hotel dan resort-resort yang ada di Bali pada umumnya. Perbedaan tersebut terdapat pada jumlah libur dalam seminggu yang ditetapkan oleh Human Resource Department, dimana setiap karyawan mendapatkan jatah libur 2 hari dalam seminggu. Namun, jumlah libur 2 hari tersebut juga harus ditebus dengan 9 jam kerja kerja dalam seharinya.

Hal yang sama pun diberlakukan juga kepada para trainee. Para trainee selain mendapatkan libur 2 hari dalam seminggu juga mendapatkan public holiday sama seperti yang didapatkan oleh para karyawan lainnya.

Selama penulis menjalani praktek kerja nyata di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay, penulis diberikan libur tetap oleh housekeeping management yakni pada hari sabtu dan minggu. Dimana libur tersebut berlaku secara tetap dan konsisten sampai berakhirnya masa training penulis.

Dalam menentukan jadwal kerja, waktu pelaksanaan, dan pembagian section-nya telah diatur oleh asst. director of housekeeping, jadi jika terjadi masalah mengenai jadwal kerja, para trainee dipersilahkan untuk menanyankan hal tersebut kepada asst. director of housekeeping. Adapun jadwal kerja dan jangka waktu pelaksanaan praktek kerja nyata penulis di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay adalah sebagai berikut :

Nama Trainee : I Ketut Adi Wibardi

Periode Training  : 30 Desember 2008 s/d 30 Juni 2009

Hari Kerja            : Senin s/d Jum’at

Hari Libur Tetap  : Sabtu dan Minggu

Tabel 3.2  Akumulasi Pembagian Waktu Training

No Bulan Jumlah Hari Optimal Off Public Holiday Jumlah Hari Training
1 Desember 2 0 0 2
2 Januari 18 9 4 31
3 Pebruari 20 8 0 28
4 Maret 15 9 7 31
5 April 21 8 1 30
6 Mei 21 10 0 31
7 Juni 22 8 0 30
Jumlah 119 52 12 183

 

 

Tabel 3.3 Jangka Waktu Pelaksanaan Training di Masing-Masing Section

No. Section Shift Lama (hari)
Mulai Selesai
1. Room attendant morning shift 08.00 17.00 50
2. Room attendant evening shift 13.00 22.00 40
3. Public area 06.00 15.00 5
4. Laundry 07.00 16.00 10
5. Valet 07.00 16.00 10
6. Florist 08.00 17.00 2
7. Uniform 08.00 17.00 2
Jumlah 119

 

  1. D. Kelancaran Pelaksanaan Tugas dan Hambatan-Hambatan yang Dialami Selama Pelaksanaan Praktek Kerja Nyata

Adapun faktor-faktor pendukung dan penghambat penulis dalam melaksanakan praktek kerja nyata di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay, dapat penulis jelaskan sebagai berikut :

  1. Faktor-faktor pendukung kelancaran praktek kerja nyata di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay, antara lain:
  • Pengetahuan teori dan praktek yang telah didapatkan selama di bangku kuliah memudahkan penulis untuk mengaplikasikan hal tersebut pada saat menjalani praktek kerja nyata di industri.
  • Adanya learning coach di setiap section memudahkan bagi para trainee untuk bertanya mengenai segala hal yang tidak diketahui oleh para trainee mengenai operasional di lapangan.
  • Sikap bersahabat para staf di housekeeping membuat para trainee tidak merasa canggung dan dikucilkan oleh para staf.
  • Adanya kepercayaan yang baik dari management terhadap kemampuan para trainee, sehingga trainee diberi kesempatan yang lebih luas untuk mengeksplorasi di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay.
  • Human Resources Department lewat learning manager secara konsisten memberikan trainee’s gahtering setiap bulannya kepada para trainee, tujuannya ialah sebagai tempat bagi para trainee untuk menceritakan berbagai masalah dan hambatan yang dihadapi oleh para trainee selama menjalani training di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay.

 

 

 

  1. Hambatan-hambatan yang dialami penulis selama pelaksanaan praktek kerja nyata di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay, antara lain:
  • Dampak krisis global mengakibatkan sering terjadinya perubahan-perubahan kebijakan di management housekeeping sendiri, seperti perubahan standar service dan sistem kerja.
  • Kebijakan management dalam menekan biaya operasional yang kurang terarah mengakibatkan sering terjadinya barang-barang serba kekurangan seperti amenities tamu sampai kosong di pantry. Hal tersebut mengakibatkan penurunan kualitas service hotel yang diberikan kepada para tamu.
  • Ketidak-cermatan management dalam mengeluarkan libur-libur para staf mengakibatkan sering terjadinya kekurangan tenaga di lapangan, sehingga para staf dan trainee dituntut bekerja ekstra keras untuk menyelesaikan pekerjaannya
  • Dampak dari perubahan standar service dan sistem kerja tersebut berujung kepada banyaknya komplain dari para tamu.

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

  1. A. Kesimpulan

Selama pelaksanaan praktek kerja nyata di Four Seasons Bali at Jimbaran Bay selama enam bulan pada housekeeping department dapat penulis simpulkan sebagai berikut :

  1. Praktek kerja nyata merupakan salah satu proses pembelajaran/kurikulum yang harus dilalui oleh setiap mahasiswa STP Bali pada masing-masing program studi.
  2. Praktek kerja nyata merupakan sarana untuk mempertajam pengetahuan mahasiswa yang mungkin selama ini belum didapatkan selama proses pembelajaran di kampus.
  3. Praktek kerja nyata merupakan langkah awal bagi para mahasiswa untuk mengenal industri pariwisata secara nyata yang nantinya akan bermanfaat ketika memasuki dunia kerja dan dunia usaha.
  4. Praktek kerja nyata merupakan salah satu langkah  untuk membentuk dan mewujudkan insan pariwisata yang profesional dan bertanggung jawab.
  5. Pengetahuan teori dan praktek yang telah didapatkan selama di bangku kuliah, memberikan manfaat aplikaptif terhadap kelancaran praktek kerja nyata di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay
  6. Krisis global yang terjadi telah membawa pengaruh besar terhadap perubahan kebijakan di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay.
  7. Dampak krisis global membawa pengaruh seringnya terjadi perubahan standar service dan standar kerja di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay.
  8. Dampak dari perubahan standar service dan sistem kerja tersebut berujung kepada banyaknya komplain dari para tamu.

 

  1. B. Saran
  2. Management dalam membuat kebijakan hendaknya tidak hanya menggunakan perhitungan kalkulatif saja, tetapi juga memperhatikan segala aspek-aspek di lapangan, agar pada saat kebijakan tersebut sudah ditentukan tidak ada lagi ketimpangan-ketimpangan yang terjadi di lapangan.
  3. Penulis berharap, agar untuk para trainee diadakan trainee’s of the month, tujuannya adalah untuk memotivasi para trainee melaksanakan tanggung jawabnya lebih optimal dan juga untuk menghargi kerja keras dari para trainee selama menjalani training di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay.
  4. Penulis berharap kerja sama antara STP Bali dan Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay tetap dilanjutkan.

 

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Meningkatkan Kualitas Pelayanan Hotel dengan Menerapkan Personal Hygiene

Posted by wibardi89 on November 3, 2009

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Pariwisata atau dalam istilah internasional dikenal dengan sebutan touirsm merupakan suatu lahan bisnis yang sangat potensial sekali untuk dikembangkan, dimana berbagai jenis produk baik itu yang terlihat (tangible) atau pun yang tidak telihat (intangible) atau yang lebih kita kenal dengan jasa atau sevice dapat kita tawarkan kepada para wisatawan yang nantinya akan mendatangkan keuntungan tidak hanya kepada pelaku binis pariwisata tersebut tetapi juga terhadap pemerintah dan masyarakatnya.

Namun diantara produk-produk pariwisata tersebut bisnis penginapan dan restoranlah yang merupakan kebutuhan mendasar selama wisatawan tersebut melakukan wisata di daerah tersebut. Tetapi produk pariwisata yang akan kita bahas dalam permasalahan ini berkaitan dengan hotel dan restoran.

Hotel yang baik secara umum dapat kita nilai dari kenyamanan, kebersihan, dan kualitas pelayanan dari hotel tersebut. Sedangkan restoran yang baik dapat kita nilai dari pelayanan atau service yang diberikan, kualitas dari makanan dan sudah tentu rasa dari makanan tersebut,meskipun dalam hal rasa itu bersifat relatif.

Dalam memberikan pelayanan terhadap tamu sangatlah ditentukan oleh siapakah yang melayani tamu tersebut. Seorang servant harus memiliki personal hygiene selain kualitas pelayanan yang baik..

Masalah yang akan kita bicarakan saat ini berkenaan dengan pentingya personal hygiene yang mencakup personal grooming, fitness, habit, neat and clean dalam meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan hotel.

I.2  Tujuan

  • Untuk mengetahui betapa pentingnya personal hygiene yang mencakup personal grooming, fitness, habit, neat and clean dalam meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan hotel.
  • Sebagai acuan dan patokan untuk dalam meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan hotel.
  • Untuk mengetahui standar personal hygiene yang mencakup personal grooming, fitness, habit, neat and clean dalam binis perhotelan khususnya dan dalam dunia pariwisata umumnya.

BAB II

LANDASAN TEORI

1.  Pengertian Personal Hygiene

Personal hygiene is the first step that related to good personal grooming and good health, good fitness, good habit, and good neat and clean (HealthCentre.com).

Artinya :

Kesehatan pribadi adalah langkah yang pertama yang berkaitan dengan kepenguusan pribadi yang baik dan kesehatan yang  baik, kebugaran yang baik, kebiasaan yang baik,  serta kerbersihan dan kerapian yang baik.

Personal grooming adalah suatu keadaan individu dimana terdapat keserasian, kerapian, dan keharmonisan dalam perwujudan secara fisik dari luar individu tersebut.

Fitness (kesegaran jasmani) adalah suatu keadaan jasmani yang yang sehat dan bugar dari seorang individu dan siap untuk menjalankan aktivitasnya.

Habit (kebiasaan) dalah segala tingkah,pola,dan perilaku seorang individu yang dilakukannya relatif sering, dan dilakukan secara tidak sadar.

Neat and clean (kerapian dan kebersihan) adalah suatu keadan fisik jasmani seseorang dari segi kerapaian dan kebersihannya yang diniliai orang lain yang dapat dilihat secara kasat mata.

BAB III

PEMBAHASAN

3.1    Personal Hygiene (Kesehatan Pribadi)

Manusia dalam menjalankan segala aktivitasnya diperlukan kondisi tubuh yang sehat karena manusia tidak mungkin dapat bekerja dalam keaadaan sakit yang nantinya dapat berakibat buruk, yakni dapat memperparah jiwa kondisi kesehatan orang tersebut dan dapat membuat hasil kerja tidak optimal.

Menurut Undang-Undang No. 23 Tahun 1992 kesehatan merupakan keadaan sejahtera dari badan,jiwa, dan sosial yang memungkinkan sikap orang hidup produktif secara sosial ekonomi.

Sedangkan sakit merupakan suatu keadaan jasmani,jiwa, dan pikiran manusia yang terganggu dan tidak dapat menjalankan aktivitas dan rutinitasnya seperti biasanya.

Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk menanggulangi sakit tersebut dapat berupa usaha preventif (pencegahan) dan usaha kuratif (pengobatan).

Usaha-usaha preventif tersebut meliputi :

  • Memberikan informasi dan penjelasan mengenai pentingnya kesehatan dalam hidup ini.
  • Membiasakan pola hidup bersih dan sehat.
  • Mempelajari dan memahami serta melakukan pencegahan terhadap berbagai faktor-faktor penyebab penyakit di masyarakat.

Usaha-usaha kuratif meliputi :

  • Melakukan pengobatan secara medis ke dokter,puskesmas, rumah sakit serta tempat-tempat berobatsecara medis  lainnya.
  • Mengkomsumsi makanan dan minuman yang bergizi bagi tubuh.

3.2    Personal Grooming

  1. A. Pengertian

Kata grooming berarti penampilan yang rapi, serasi, dan harmonis. Dalam kata penampilan (appeaerance) tercakup aspek keadaan fisik tubuh, tata rias, sedemikian rupa sehingga menghasilkan penampilan yang serasi dan rapi.

Tidak ada wisatawan yang senang dilayani dengan karyawan yang kurang rapi. Penampilan yang  rapi, serasi, dan bersih dapat menyenangkan orang  yang diajak berbicara atau dilayani.

Apa beda Personal Hygiene dan Personal Grooming?

Kedua subjek ini saling tunjang-menunjang dalam pelaksanaannya. Personal Hygiene lebih menitik beratkan pada aspek kesehatan dan kesan sehat, sedangkan personal grooming lebih menitikberatkan pada aspek kerapian penampilan seseorang. Kedua bidang tadi (hygiene dan grooming) mempunyai bidang garapan yang sama yaitu sosok karyawan itu sendiri. Dengan demikian sosok karyawan yang baik adalah sosok yang rapi dan bersih dalam istilah perhotelan disebut Neat and Clean. Bahkan neat and claen ini dianggap sebagai salah satu ciri dan insan pariwisata termasuk insan perhotelan. Rapi dan bersih ditinjau dari sudut wisatawan, bukan ditinjau dari segi karyawan. Hotel perlu menetapkan bagaimana seharusnya penampilan karyawan yang baik. Bentuk penampilan ini kemudian dituangkan dalam suatu aturan atau “Standart Operatis Prosedure (SOP)” yang harus diikuti oleh karyawan.

Penampilan yang rapi, bersih ditambah dengan sikap ramah dan sopan akan sangat membantu karyawan dalam memberikan pelayanan yang memuaskan (satisfication). Sebagaimana kita ketahui bahwa salah satu ciri dari pada keberhasilan hotel menjual jasa pelayanan adalah pada kepuasan tamu (guest satisfication).

  • Tamu/wisatawan puas berarti pelayanan yang diterima baik. Dengan pelayanan yang baik tentu tamu/wisatawan akan rela membayar mahal dan keuntungan meningkat bagi hotel.
  • Sebaliknya apabila wisatawan tidak puas maka tamu akan mengeluh (complaint) dan perusahaan perusahaan akan mengalami kerugian.

Dengan demikian betapa pentingnya peranan grooming dalam dunia pelayanan jasa, khususnya pada dunia perhotelan. Masing – masing perusahaan berusaha mendesain pakaian seragam karyawan agar tampak rapi dan bersih mulai dari desain mode, warna, dan aksesories.

B. RUANG LINGKUP

1.   Rambut (Hair)

  1. Rambut agar ditata tidak menutupi wajah.
  2. Jangan menggunakan jelly rambut berlebihan.
  3. Jangan menggunakan penggeras rambut berlebihan.
  4. Tatankan rambut (hair modeling) harus sesuai aturan.
  5. Jangan memaksakan tatanan mode yang sedang trendi.

Rambut Wanita

  1. Diijinkan menggunakan bando dengan warna hitam polos, apabila

Tidak disediakan bando oleh perusahaan.

  1. Rambut panjang yang melebihi rambut, harus digulung (ditata) rapi,

diikat atau disanggul atau dikepang.

  1. Jepit rambut, pita, karet untuk menjaga agar rambut tetap rapi harus berwarna hitam polos dengan ukuran yang sesuai.

Rambut  Pria

  1. Panjang rambut dibagian belakang tidak boleh melebihi kerah baju.
  2. Rambut orang Indonesia berwarna hitam degan demkian jangan mencat rambut dengan warna lain kecuali hitam.
  3. Type atau style potongan rambut agar sesuai aturan(rapi) jangan memaksakan style potongan rambut yang sedang trendy.
  4. Tidak berkumis.
  5. Tidak berjenggot.
  6. Tidak berjambang.
  1. Kulit (Skin)

Kebersihan kulit sangat perlu diperhatikan karena kulit yang bersih kan memberikan kesan yang baik kepada tamu. Membersihkan kulit dapat dilakukan cara mandi. Mandi yang direkomendasikan oleh para ahli kesehatan yakni dua kali sehari.

Mandi yang sesuai satandar yakni dengan menggunakan sabun dan bagian yang tertutup pun juga harus dibersihkan yakni alat kelamin dan dubur, karena merupakan saluran pengeluaran dari tubuh. Apabila tidak dibersihkan akan menjadi kotoran yang menumpuk dan akan menybabkan penyakit bagi tubuh.

Selain dengan mandi,menjaga kesehatan kulit juga dapat dilakukan dengan memakai moisturising pada bagian luar kulit.

  1. Gigi (teeth)

Kebersihan gigi perlu diperhatikan waktu berhadapan dengan tamu, karena secara tidak langsung ketika berbicara dengan tamu, gigi kita akan terlihat oleh tamu tersebut.

Kebersihan gigi dapat dilakukan dengan mengosok gigi setiap hari dengan pasta gigi. Jika tidak, gigi kita akan terinfeksi oleh kuman-kuman penyakit yang nantinya akan bisa membuat nafas tidak sedap, warna gigi berubah, kerusakan gigi dan gusi, serta yang paling parah yaitu keroposnya gigi.

Untuk itu gigi harus tetap dirawat secar teratur dan konsisten. Setidaknya enam bulan sekali melakukan pengecekan kesehatan gigi di dokter gigi.

4. Tangan (Hands)

  1. Tangan harus selalu bersih dan berkesan bersih.
  2. Kuku harus dipotong pendek dan tidak bernoda.
  3. Kuku dipotong rapi, rata, dan tidak ada yang patah.
  4. Karyawan wanita yang bekerja  operation (Front Office, Housekeeping, Restaurant, dan Bar) diijinkan memakai cat kuku berwarna bening.
  5. Karyawan wanita yang tidak berhubungan langsung dengan tamu diijinkan menggunakan cat kuku berwarna bening atau warna yang tidak mencolok.

5. Kesehatan Mestruasi (Menstrual Hygiene)

Menstruasi memang merupakan takdir dari seorang perempuan. Namun untuk hal yang satu ini pun harus dijaga kesehatannya.

Riset menunjukkan 1% dari wanita yang menstruasi membawa bakteri Staphylococcus aureus di dalam liang peranakan mereka. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi dan peradangan pada saluran reproduksi wanita. Peradangan ini dapat menyebabkan demam tinggi, mual-mual, bau yang tidak sedap, dan diare pada saat menstruasi. Untuk mencegah terjadinya peradangan tersebut, para wanita harus selalu membersihkan alat kelaminnya setiap hari dengan menngunakan sabun khusus kewanitaan.

6. Pakaian Seragam (Uniform)

a. Dijaga dengan baik agar dapat digunakan sesuai dengan waktunya.

b. Tidak ada bagian – bagian yang robek.

c. Selalu rapi dan tidak kusut.

d. Dikancing lengkap sesuai dengan desain.

e. Selalu bersih dan tidak ada noda.

f. Gunakan pakaian seragam yang sesuai dengan ukuran tubuh.

7. Pelat  Nama (Name Tag)

a. Name tag selalu dipakai selama bertugas sesuai dengan desainnya.

b. Dijaga agar utuh dan mudah dibaca.

c. Bersih, tidak tergores dan tidak ternoda.

8. Kebersihan Badan (Body Cleanliness)

a. Sering mandi 3x sehari dan terutama pada saat memulai tugas.

b. Hindari bau badan, gunakan deodorant seperlunya. Hal yang paling  menjengkelkan wisatawan adalah bau badan dan kehilangan senyum.

9. Perhiasan/jam tangan (watch)

a.   Hanya diijinkan menggunakan satu jam tangan,  ditangan kiri atau kanan.

b.   Jam tangan tidak boleh berwarna – warni.

c.   Permukaan jam tidak  boleh melebihi ukuran permukaan pergelangan tangan.

d.   Karyawan dapur tidak dijinkan memakai jam tangan selama bertugas.

10. Perhiasan/anting – anting(earing)

a.    Hanya karyawan wanita yang boleh menggunakan anting – anting.

b.   Jangan memakai anting – anting yang berjuntai.

c.   Hanya satu pasang anting – anting atau giwang yang boleh dipakai.

d.   Ukuran anting – anting tidak boleh bergaris tengah lebih dari 2 cm.

e.   Hanya satu pasang anting – anting atau giwang yang boleh dipakai.

f.    Warna anting – anting adalah warna emas, perak atau mutiara

11. Perhiasan/ kalung, gelang, dan cincin

Karyawan wanita dibagian operation (FO, HK, FB)

  1. Tidak diijinkan memakain gelang.
  2. Tidak boleh memakai kalung.
  3. Hanya satu cincin kawin yang  boleh dipakai di tangan kiri atau kanan.

karyawan wanita dibagian administrasi

  1. Boleh memakai satu kalung desain sederhana.
  2. Boleh memakai satu kalung desain sederhana.
  3. Boleh memakai satu cincin dengan desain sederhana.

12. Kaki (foot)

a.   Kuku kaki dipotong pendek, tidak boleh lebih panjang dari ujung kaki.

b.   Kuku kaki harus selalu bersih dan tidak bernoda.

c.   Hanya cat kuku kaki yang berwarna bening yang boleh dipakai karyawan

wanita

10.  13. Alas Kaki(Footwear)

  1. Sepatu dan sandal yang digunakan harus sesuai dengan ukuran kaki.
  2. Alas kaki yang digunakan harus berwarna hitam.
  3. Sepatu, sandal, dan alas kaki lainnya harus dipakai sesuai dengan desainnya.
  4. Sepatu dan sandal yang boleh dipakai adalah yang sesuai dengan desain yang disediakan oleh perusahaan.
  5. Kaos kaki berwarna hitam, atau yang ditetapkan oleh perusahaan

C.   Posture (Postur tubuh)

Posture adalah sikap tubuh atau posisi tubuh pada waktu melaksanakan tugas. Postur tubuh ini juga dapat mempengaruhi tamu terhadap pelayanan yang diterima dan yang akan diterima. Postur tubuh yang tegap dan sigap memberikan kesan bahwa karyawan tersebut siap melayani dan meyakinkan akan melayani dengan baik.

Posture yang baik menandakan bahwa karyawan tersebut siap melayani atau willing to serve people. Postur tubuh yang baik adalah :

  1. Berdiri yang tegak pada kedua kaki. Tidak ada kaki yang tertekuk, atau digelayunkan atau digoyang – goyang.
  2. Dada dibusungkan keluar.
  3. Tonjolan perut ditarik sedikit.
  4. Jangan bersandar pada furniture.
  5. Jangan bersandar pada tembok.
  6. Jangan berjuntai atau bersikap lemah lunglai.
  7. Jangan berpangku tangan.
  8. Jangan menunjukan sikap yang tidak hygiene.

Jadilah karyawan hotel yang baik, siap melayani, rapi, dan bersih

    • Neat and Clean
    • Willing to Serve People
    • Courtesy (Manners)
    • Disciplined
    • Initiative and Inovative
    • Loyalty/Honest
    • Communicative

3.3  Fitness ( Kebugaran Jasmani)

Manusia mempunyai keterbatasan dalam bekerja secara efektif dan efisien. Jasmani yang segar atau bugar sangat mempengaruhi kegairahan kerja atau semangat kerja. Kondisi tubuh yang segar dan sehat sangat mendukung dalam pelaksanaan suatu pekerjaan. Seorang karyawan sering melupakan pentingnya menjaga kesegaran tubuh, padahal jika kita bekerja khususnya dalam bidang industri, fisik lebih banyak digunakan dalam pekerjaan. Tanpa kondisi fisik yang kuat, seorang karyawan kemungkinan besar akan kehilangan pekerjaanya, untuk itu mereka harus profesional dalam pekerjan mereka dengan tetap menjaga kesegaran jasmani mereka.

Berikut cara-cara menjaga kesegaran jasmani bagi karyawan hotel :

  1. Makan dengan menu seimbang,
  2. Mengkonsumsi air putih/air mineral selama bertugas. Jangan mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol, soda, kopi, dan teh selama bekerja,
  3. Kurangi merokok,
  4. Berolah raga secara teratur,
  5. Beristirahat dan tidur yang cukup kurang lebih 8 jam sehari,
  6. Hindari rasa cemas, takut dan marah,
  7. Hindari pemakaian narkoba.

Dengan mengikuti cara-cara diatas, diharapkan kualitas hotel dari segi pelayanan akan meningkat, untuk itu perlu adanya kesadaran dari para karyawan hotel untuk selalu menjaga kesegaran jasmani mereka agar selalu dalam kondisi fit, dan dapat memberikan pelayanan sebaik mungkin.

3.4  Habit (Kebiasaan)

Kebiasaan adalah tindakan yang sering dilakukan dengan tidak sadar. Setiap orang pasti memiliki suatu kebiasaan, namun baik atau buruknya suatu kebiasaan tergantung dari ada atau tidaknya kerugian yang ditimbulkan bagi diri sendiri ataupun orang lain.

Contoh kebiasaan baik adalah bangun pagi. Untuk seorang karyawan hotel, bangun pagi merupakan kebiasaan yang baik karena seseorang dapat mempersiapkan diri dengan baik sebelum memulai aktivitasnya jika memiliki kebiasaan bangun pagi.

Contoh kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik atau tidak hygiene adalah :

  1. Menggaruk-garuk kepala dan tubuh atau bagian-bagian tubuh lainnya,
  2. Meraba-raba bibir, kumis, jampang, dll,
  3. Mengusap ataupun menyeka wajah dengan tangan,
  4. Membuang angin (kentut) di depan orang lain,
  5. Bersendawa di depan orang lain,
  6. Menggigit kuku,
  7. membuang ludah/air liur sembarangan,
  8. Tidak mencuci tangan sebelum makan ataupun sesudah menggunakan toilet,
  9. Merapikan kosmetik di tempat terbuka (tempat yang dapat dilihat olah tamu),
  10. Bersin di sembarang tempat,
  11. Batuk-batuk atau bersuara seperti batuk di depan orang lain,
  12. Merokok di tempat kerja,
  13. Mengunyah sesuatu saat bertugas,
  14. Membersihkan lubang hidung, liang telinga di tempat bertugas,
  15. Berdiri dengan satu kaki atau berdiri dengan sikap santai dan kesannya bermalas-malasan,
  16. Berkata atau bercakap-cakap dengan tamu dengan kaki atau tangan yang bergoyang atau bergetar.

Dengan demikian diharapkan setiap karyawan mampu mengendalikan diri dan menghentikan segala kebiasaan yang tidak baik seperti yang tertera diatas demi meningkatkan kualitas pelayanan hotel dimana mereka bekerja.

3.5  Neat and Clean (Kerapian dan Kebersihan)

Dalam dunia perhotelan, kerapian dan kebersihan ruangan maupun karyawan sangatlah penting. Untuk itu hotel harus rutin mengadakan general check up bagi para karyawannya untuk menghindari penularan penyakit yang mungkin dibawa oleh karyawan mereka sendiri kepada para tamu yang mempercayakan jasa mereka.

Kebersihan tubuh merupakan hal yang harus diperhatikan para karyawan hotel dalam menjalankan pekerjaan mereka.

Kebersihan tubuh tersebut antara lain :

  1. Rambut

Rambut pria dipotong pendek atau tidak boleh gondrong. Rambut wanita ditata rapi dan tidak menutupi wajah dan kerah baju. Rambut yang panjang dan terurai dianggap tidak hygiene karena :

  1. Rambut panjang lebih sulit dibersihkan,
  2. Rambut panjang berkesan menyimpan kotoran,
  3. Rambut panjang dianggap mengganggu pekerjaan dan orang lain,
  4. Rambut panjang dan terurai memungkinkan ada yang jatuh ke dalam makanan atau mencemari tamu.
  5. Wajah

Wajah perlu ditata dan dirias, tetapi jangan menggunakan kosmetik yang berlebihan karena :

  1. Kosmetik yang berlebihan dapat mencemari makanan dan benda-benda lainnya,
  2. Bertata rias dengan kosmetik yang berlebihan tidak untuk bekerja sehingga berkesan tidak melayani.
  3. Hidung
    1. Bulu hidung jangan dibiarkan menjorok keluar. Bulu hidung yang tampak akan berkesan tidak hygiene dan menjijikan,
    2. Hidung perlu dibersihkan pada saat mandi.
    3. Mulut
      1. Jagalah kesehatan mulut dengan menyikat gigi sesering mungkin untuk menghindari bau mulut yang kurang sedap,
      2. Bersihkan gigi secara periodik hingga terbebas dari karang gigi. Kerak dan bau mulut yang tidak baik berkesan tidak hygiene.
      3. Kumis, jenggot, dan jampang

Karyawan hotel sebaiknya tidak berkumis, tidak berjampang, dan tidak berjenggot karena beberapa alasan :

  1. Kumis yang panjang, jenggot dan jampang berkesan tidak hygiene,
  2. Untuk mencegah tangan karyawan menyentuh/mempermainkan kumis, jenggot, dan jampang.
  3. Badan

Kebersihan dan kesehatan badan harus dijaga dengan baik dengan beberapa cara diantaranya :

  1. Mandi setiap akan memulai pekerjaan minimal 2 kalisehari untuk mencegah bau badan. Bau baan yang tidak sedap dan menyengat berkesan tidak hygiene,
  2. Memelihara kesehatan kulit dari panu, kadas, kurap yang berkean tidak hygiene dan jorok,
  3. Gunakan pakaian yang bersih/sudah dicuci setiap memulai pekerjaan. Pakaian yang berbau keringat, lusuh, dan dipakai tidak serasi memberikan kesan tidak hygiene.
  4. Tangan dan jari tangan
    1. Potonglah kuku sependek mungkin sehingga tidak ada tempat bagi otoran terselip antara kuku dan kulit,
    2. Cucilah tangan setelah merokok, setelah menyentuh bagian tubuh, dan setelah datang dari toilet atau dari jamban. Cucilah dengan menggunakan sabun dan bilas dengan air yang bersih,
    3. Tutuplah luka dengan plester luka yang bersih dan berwarna tidak mencolok,
    4. Jangan memakai jam tangan ataupun cincin permata selama bertugas karena ada kemungkinan bakteri tersimpan dan berkembang biak diantara kulit dan jam tangan/cincin tersebut,
    5. Jangan membuat tatto pada tubuh, karena tatto dianggap tiak hygiene.
    6. Kaki dan jari kaki
      1. Kuku jari kaki perlu dipotong sependek mungkin,
      2. Cucilah kaki ssering mungkin. Kuku yang panjang dan kaki yang jarang dicuci akan menimbulkan bau tidak sedap dan berkesan tidak hygiene,
      3. Jangan menggunakan sepat bertumit tinggi karena menyebabkan cepat lelah da menimbulkan sikap cuek dan emosional,
      4. Kaos kaki perlu diganti setiap hari.

BAB IV

PENUTUP

Kesimpulan

  1. Hotel yang baik secara umum dapat kita nilai dari kenyamanan, kebersihan, dan kualitas pelayanan dari hotel tersebut.
  2. Restoran yang baik dapat kita nilai dari pelayanan atau service yang diberikan, kualitas dari makanan dan sudah tentu rasa dari makanan.
  3. Seorang servant harus memiliki personal hygiene.
  4. Personal hygiene  mencakup personal grooming, fitness, habit, neat and clean
  5. personal hygiene dapat meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan hotel.
  6. Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk menanggulangi sakit dapat berupa usaha preventif (pencegahan) dan usaha kuratif (pengobatan).
  7. Personal Hygiene lebih menitikberatkan pada aspek kesehatan dan kesan sehat, sedangkan personal grooming lebih menitik beratkan pada aspek kerapian penampilan seseorang.
  8. Ruang lingkup personal grooming meliputi pakaian seragam (uniform), pelat  nama (name tag), kebersihan badan (body cleanliness), tangan (hands), rambut (hair), perhiasan, kaki (foot), alas kaki(footwear), posture.

Saran

  1. Dalam memberikan service kepada tamu tidak hanya diperlukan personal hygiene semata, tetapi juga greeting (salam) dan kualitas pelayanan yang memenuhi standar internasional.
  2. Personal Hygiene bukanlah merupakan satu-satunya ukuran dalam menilai kualitas dalam pemberian service kepada tamu,tapi masih banyak faktor-faktor lain seperti safety (keamanan), fasilitas, comfortble (kenyamanan), dan faktor-faktor lain sebagai ukuran tingkat kepuasan tamu di hotel.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2007.Buku Panduan PDSP 2007. Kampial:STP Bali.

Anonim. Chateu Canmore, http://www.choicehotels.ca.

Anonim. Condition, http://www.healthcentre.com.

Anonim. Personal Hygiene, http://www.healthcentre.com.

Anonim. Grooming Routines, http://www.healthcentre.com.

Sudiara dan Sabudi. 1996. Hygiene,Sanitasi dan Keselamatan Kerja. Nusa Dua: Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Hello world!

Posted by wibardi89 on November 3, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.